
WAJOTERKINI.COM --- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Wajo dua bulan
terakhir bukan hanya berdampak kepada petani hingga mengakibatkan
sejumlah areal persawahan kekeringan, imbas dari kemarau panjang
tersebut juga membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wajo mulai
kesulitan mendapatkan air baku, Pasalnya debit air dipermukaan sungai
Walennae yang merupakan sumber air baku PDAM Wajo mulai menurun hingga
mengakibatkan penurunan kapasistas produksi air bersih hingga 20%.
Akibat dari kondisi tersebut produksi air bersih khusunya di wilayah perkotaan, Sengkang terpaksa digilir serta Sistem Penyedian Air Minum (SPAM) Kecamatan Pammana sempat terhenti selama dua hari yang diakibatkan pipa pompa air milik PDAM Wajo tidak sampai disumber air lantaran debit air dipermukaan sungai Walennae menurun .
Melihat kondisi penurunan kapasitas produksi air bersih bahkan penyaluran air bersih kekonsumen sempat terhenti selama dua hari pihak PDAM Wajo mengambil langkah dengan menurunkan alat berat untuk melakukan penggarukan disetiap titik pompa air yang tidak berfungsi akibat pipa yang tak sampai di permukaan air .
Saat ditemui diruang kerjanya, direktur PDAM Wajo Fahruddin mengatakan, dampak kemarau panjang tersebut sangat luar biasa dirinya juga mengakui PDAM Wajo mengalami penurunan kapasitas produksi air bersih hingga 20%.
"Langkah
yang telah telah dilakukan untuk menghindari hal tersebut dengan
menurunkan paksa alat berat untuk melakukan penggarukan di sejumlah
titik pompa air yang tidak berfungsi akibat menurunya debit air
dipermukaan sungai Walennae hinga pipa pompa tersebut tidak sampai di
sumber air ,"ungkapnya. (wt-ibe)
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia

