Ketua IJW terpilih Abdul Muis mengatakan, organisasi IJW yang dibentuk bukan untuk menjadi saingan bagi organisasi kewartawanan yang ada di Wajo, melainkan menjadi wadah bagi jurnalis wajo yang belum tergabung dalam organisasi kewartawanan.
Ikatan Jurnalis Wajo lahir atas dasar keprihatinan komunitas pers di Kabupaten Wajo terhadap nama baik jurnalistik yang dewasa ini telah tercoreng akibat ulah oknum-oknum tertentu.
Menurutnya, kehadiran oknum-oknum tersebut di dunia kewartawanan tidak hanya mengotori citra pers, tetapi juga telah menjadi hantu yang menakutkan bagi banyak pihak, di antaranya penyelenggara pemerintah, pengusaha, dan berbagai elemen masyarakat.
Oknum tersebut tidak segan-segan dan atau secara terang-terangan berani memeras banyak pihak dengan ancamandan intimidasi untuk mencapai tujuannya.Padahal, tindakan seperti itu jelas melanggar kode etik jurnalistik.
"Berangkat dari realita tersebut, kami sejumlah wartawan yang bertugas di Kota Sengkang Kabupaten Wajo, secara intensif menggelar pertemuan untuk membahas upaya penyelamatan terhadap citra pers yang sudah tercoreng,sehingga ke depan nama baik jurnalistik akan kembali
mewangi sebagaimana jati dirinya, yakni pilar ke empat demokrasi," katanya.
Sementara Ketua panitia Deklarasi Ical Mahendra, mengatakan, kegiatan ini bisa terlaksana menggunakan anggaran swadaya murni dari anggota IJW. "Ini swadaya murni," katanya.(wt-tim)
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia

