Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Wajo IB Putu Artana mengatakan bahwa, Selain panen jagung, acara tanyajawab seputar penanganan jagung juga dilaksanakan sekaligus meminta tambahan bantuan kepada pemerintah provinsi mengingat wilayah untuk tanaman jagung dikabupaten wajo sangat luas.
"Wilayah wajo untuk ditanami jagung lumayan luas sehingga kepada pemerintah provinsi diharapkan untuk memberikan tambahan kepada wajo agar masyarakat bisa bercocok tanam khususnya jagung," kata IB Putu Artana
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan Lutfi Halide mengatakan bahwa tahun 2015 ini merupakan tahunnya petani lebih khusus petani padi, jagung dan kedelai. Apa yang dilakukan sebagai konsep nasional merupakan konsep dari wajo dimana pakta integritas sudah ditandatangani dengan Pangdam VII Wirabuana yang ditindak lanjuti oleh Dandim dan kepala dinas di kabupaten kota.
"Untuk tahun 2015, Dinas pertanian Provinsi mengelola 4 triliun untuk dihabiskan di bulan maret. Di provensi ada 100 ribu hektar untuk jagung, ada kedelai 150 ribu hektar, berapa kemampuannya wajo, kita selesaikan secara ada supaya jelas karena dananya ada," kata Lutfi Halide
Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa pemerintah perlu ada revitalisasi kelompok tani diwajo karena dana semua lari ke rekening masing-masing kelompok itu paling lama tiga hari dan tahun 2015 ini, Dandim dan jajaran akan mengawal petani selain itu, mahasiswa juga akan diterjungkan mengawal petani.
"Pembagian benih tidak akan terlambat karena program pemerintah pusat adalah kedaulatan pangan dan orang sulawesi selatan menjadi menteri pertanian maka ini menjadi kesempatan untuk menjadi pensuplai pangan ke pusat," imbuh bakal calon Bupati Soppeng itu.
Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru mengatakan saatnya masyarakat meminta bantuan kepada pemerintah provinsi mengingat peluan untuk mendapatkan bantuan terbuka lebar namun masyarakat juga tidak boleh asal meminta
"Wajo merupakan kabupaten yang paling lengkap potensinya dibandingkan kabupaten lain. Di wajo ada berbagai potensi yang bisa digarap baik khususnya perkebunan untuk jangka panjang baik kakao, cengkeh, rambutan, langsat, merica, dan masih banyak lainnya," kata Burhanuddin Unru
Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa diwajo ada 18 ribu hetar yang berpotensi digarap dan itu sangat luar bisa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, untuk sektor pertanian, pemerintah saat ini sementara memikirkan bagaimana caranya airnya danau tempe bisa diambil untuk mengairi sawah dan dijadikan sebagai air minum.
"Air danau tempe akan dinaikkan ke bulucepo dan mengairi 20 ribu hektar di tiga kecamatan dan ini sudah di diskusikan dengan JICA dan ini bisa menambah penghasilan petani khususnya yang bekerja disawah. Dengan difungsikannya nanti ini, maka kita akan suplus beras keluar karena kebutuhan kita hanya 50 ribu ton," tegasnya.(wt-rus).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia

