Penggunaan Pollobessi (badik, tappi, dll) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Bone, dimana Pollobessi selain merupakan senjata, juga merupakan simbol untuk menunjukan status atau kekuasaan. Pollobessi juga dianggap sebagai pakaian seorang laki-laki Bugis Bone, sebagai pengganti tulang rusuk, penegak harga diri atau yang terkenal dengan istilah siri'.
Di Bone sendiri terdapat bermacam-macam ragam polobessi yang terkenal seperti badik. Yang terdiri dari beberapa jenis yang terkenal seperti Raja, La gecong, Luwu, toasi; parang terdiri dari alameng, senangke; tombak terdiri dr tajeruk, batanglara; tappi terdiri dari sapukala, lamba, parung kasalang.
Dalam rangka melestarikan pusaka-pusaka pollobessi tersebut, sekelompok pemerhati Pusaka di Kabupaten Bone "LAMAKAWA" mengadakan pameran senjata-senjata pusaka di kantor Kecamatan Ulaweng. Pada pameran kali ini bukan saja jenis-jenis senjata pusaka yang dipamerkan tetapi bnuak juga batu permata lokal bone yang dipamerkan. Pameran ini direncanakan mulai tanggal 21 november s/d 23 november 2014.(wt-hsb).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia


