SPACE IKLAN

SPACE IKLAN

Hujan dan Petir Awali Terjangan 'Laso Anging' di Sidrap

Berita Wajo Terkini
Minggu, 23 November 2014 | 16.39.00 WIB Last Updated 2014-11-23T08:39:39Z
ilustrasi  terjangan laso anging. dok fajar.co.id

SIDRAP- WAJOTERTINI.Com — Terjangan Angin puting Beliung (bugis : Laso Anging) di bagian timur Pangkanene ibu kota Kabupaten Sidrap, sekira pukul 14.00 Wita, Sabtu, 22 November. Hanya dalam waktu lima menit, sedikitnya 138 unit rumah penduduk rusak. Sebagian rata dengan tanah. Awalnya, turun hujan, kemudian terjadi petir lalu pemukiman penduduk dihantam 'Laso Anging'

Insiden Laso Anging jilid II, sebelumnya terjadi di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang, Sidrap dua tahun silam itu. Kemarin memporak-porandakan Kelurahan Sidenreng, Kanyuara (Kecamatan Watang Sidenreng), dan Wala (Kecamatan Maritangngae).

Kerusakan rumah penduduk, terbanyak terjadi di Kelurahan Sidenreng (91 unit). Sebanyak empat di antaranya rusak parah. Menyusul di Kelurahan Kanyuara (31 unit), lalu di Kelurahan Wala (16 unit) yang tiga di antaranya rata dengan tanah.

Selain memporak-porandakan rumah penduduk, La Anging juga menghancurkan sembilan unit kios pedagang di Kelurahan Wala yang berlokasi di sepanjang jalan poros Tanru Tedong, Sidrap. Tak hanya itu, satu unit pabrik penggilingan padi juga tak luput dari terjangan puting beliung.

Seorang warga Kelurahan Kanyuara, Mattau Kulattang, mengisahkan insiden itu. Menurutnya, Laso Anging menyapu permukiman penduduk bersamaan dengan turunnya hujan sekira pukul 14.00 Wita. “Awalnya hanya hujan yang turun, lalu ada petir menyambar. Tak lama kemudian Laso Anging  menerjang permukiman,” tutur Mattau.

Dia menyaksikan Laso Anging juga merobohkan puluhan unit tiang listrik. Bahkan menumbangkan beberapa pohon di sepanjang jalan poros antara Kota Pangkajene hingga Kelurahan Kanyuara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kabupaten Sidrap, Siara Barang, membenarkan banyaknya perumahan penduduk, kios, dan tiang listrik yang tumbang. “Data sementara sebanyak 138 unit rumah warga yang rusak. Enam di antaranya rata dengan tanah,” beber Siara.

Pasca kejadian, sore hingga malam tadi, kata Siara, BPBD dibantu PMI, TNI/Polri dari Kodim 1420 dan Polres Sidrap, dipimpin Kapolres, AKBP Haris Suntojaya, dan Dandim, Letkol (Inf) Husnizon, serta aparat pemerintah kelurahan masih melakukan pendataan di kelurahan masing-masing.

Pantauan FAJAR, pasca insiden itu Pemerintah Kabupaten Sidrap telah membentuk posko sementara penanggulangan bencana. Poskonya terletak di Kantor Kelurahan Sidenreng, Kanyuara, dan Wala.

Bupati Sidrap, Rusdi Masse, mengatakan, pembentukan posko penanggulangan bencana telah dilengkapi peralatan medis. Di setiap posko ditempatkan beberapa tenaga dokter dan perawat guna membantu warga yang membutuhkan pertolongan medis.

“Itu hanya bersifat sementara. Saya sudah berkoordinasi dengan pimpinan rumah sakit dan puskesmas-puskesmas untuk senantiasa melayani para korban bila ada yang datang untuk berobat secara gratis,” ujar Rusdi.

Tunggu Bantuan

Beberapa warga korban puting beliung menemukan atap rumah mereka di sawah. “Sepuluh menit saya mencarinya di sekitar rumah. Rupanya, atap rumah saya ada di sawah,” tutur warga Kelurahan Wala, Abdul Kadir, malam tadi.

Pasca kejadian Kadir mengaku belum bisa berbuat apa-apa. Dia dan korban lainnya hanya menunggu bantuan dari pemerintah.

“Untuk sementara kami hanya mengumpulkan saja peralatan rumah yang sudah diterbangkan angin. Harapan kami semoga pemerintah cepat memberi bantuan,” ujar Langgeleng, warga lainnya yang turut menjadi korban. (bk-fajar.co.id)

Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.

Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hujan dan Petir Awali Terjangan 'Laso Anging' di Sidrap