![]() |
| Ilustrasi pemadam kebakaran |
"Kebakaran tersebut terus mengalami peningkatan diakibatkan Musim Kemarau yang berkepanjangan, itu memudahkan api menyebar. sementara bencana kebakaran di dominasi oleh penyebab Kosleting Listrik,"ungkap Alamsyah kepada, wajoterkini.com.
Mantan Camat Pammana ini mengatakan, sejak Intensitas kebakaran terjadi pihaknya terus melakukan sosialisasi bahaya dan pencegahan kebakaran, utamanya kebakaran yang terjadi karena penyebab Kosleting Listrik.
"Selain melalui media kita sosialisasi, kami juga melakukan kerja sama dengan pemerintah kecamatan, ikut memberi peringatan dan ajakan kepada masyarakat agar terus waspada, yang sering dibacakan dalam masjid setiap hari jumat," katanya.
Dia menambahkan saat ini pihaknya intes melakukan sosialisasi bersama PLN, terutama penggunaan produk-produk yang standarisasi SNI dengan kebutuhan listrik, dengan harapan tingkat Kosleting dan pemanfatan alat listrik standarisasi dapat dipergunakan semestinya,
"Contohnya seperti rumah yang menggunakan Voltase 900, terkadang masyarakat membeli kabel dibawah kekuatan voltase tersebut, tentu akibatnya cepat sekali terjadi kosleting yang menyebabkan kebakaran,"tutur Alamsyah.
Sudah 3 kali kami mengalami kejadian yang memprihatikan oleh ulah warga yang iseng menelpon pihak pemadam kebaran. menurutnya, Ada pemanfaatan masyarakat sengaja membakar lahan kemudian telepon pihak pemadam kebakaran, seperti yang terjadi di Anabbanua, padahal Kami siap melayani asal jangan iseng, agar tak ada resiko dalam pelayanan kami.(wt-zah).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia


