WAJOTERKINI.COM --- Tak banyak masyarakat Wajo yang mengenal Andi Anugerah Dewantika Mappasessu. Namanya mencuat setelah menyatakan diri bakal mengikuti bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.
Berbagai cara coba ia dilakukan agar bisa dikenal khalayak, termasuk memasang baliho bergambar dirinya mengenakan baju Partai Nasdem di 14 kecamatan se-Kabupaten Wajo. Bukan hanya itu silahturahmi dengan keluarga beserta sejumlah kolega politiknya terus ia lakukan.
Punya niat mulia didorong dengan keinginannya yang kuat akan membenahi kota asalnya dibesarkan, menjadi motifasi kuat hingga semangat wanita yang fasih berbahasa inggris itu, terus membara.
"Jika Wajo sudah baik untuk apa saya move on dari zona nyaman, hidup saya sudah baik saat ini. Jadi Bupati bukan kerja mudah, itu karena saya sangaaat cinta dengan Wajo,"katanya.
Sejak usia 17 tahun, Andi Nunu begitu ia biasa disapa, hijrah ke Jakarta mengadu nasib. Pahit getir ibu kota membuatnya semakin matang hingga membentuk pola pikir yang rasional dan visioner sehingga orang-orang mulai memantaskan Andi Nunu menduduki jabatan Bupati mendatang.
"Bermodalkan satu buah cincin pemberian ibu kepada saya, lalu ibu saya berpesan, jika Jakarta tidak bisa menerimamu dan tidak sesuai harapanmu kamu jual cincin itu lalu kembali ke tanah Wajo, tapi saya mau kamu kembali dengan benderamu sendiri,"kisahnya.
Maju pada Pilkada mendatang bukanlah mimpi wanita kelahiran 21 April 1972 silam itu, karena melihat kondisi Wajo, yang semakin terpuruk lah membuat hatinya tergugah. Menurutnya, kini ia persiapkan diri dengan bermodalkan pengalaman dan ilmu yang ia serap di ibukota dan diberbagai negara tetangga yang berkembang.
"Banyak hal yang saya dapatkan diluar sana yang bisa saya terapkan disini untuk tanah kelahiran ku agar semakin baik karena saat ini sudah semakin jauh tertinggal,"katanya.(wt-chal)
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia


