![]() |
| Prosesi ritual maccera tapareng 8/9 |
WAJOTERKINI.COM --- Warga yang ditunjuk menjadi panitia pada ritual Maccera Tappareng (Festival Danau Tempe) menyesalkan Dinas Pariwisata yang mengantongi dana besar sementara mereka harus dooor to door meminta sumbangan untuk ritual tahunan tersebut.
Menurut panitia, uang yang berhasil mereka kumpulkan dari menarik sumbangan warga di Kelurahan Salomenraleng dan Laelo sebanyak Rp20 juta rupiah selebihnya merupakan partisipasi dari warga di Kelurahan Wiring Palennae dan Kelurahan Mattirottapareng Kecamatan Tempe.
"Kita dapat dari Pemkab hanya Rp24 juta, karena tidak cukup untuk beli Kerbau dan Sapi, kami terpaksa dari rumah ke rumah meminta sumbangan untuk mencukupi anggaran itu," ungkap Ambo Asse.
Lanjut Ambo Asse, kenapa mesti kita menarik sumbangan jika benar Pemerintah sudah alokasikan anggaran sampai Rp145 juta. Itupun kata dia, makanan dibuat di rumah Macua Tappareng lalu dibawa ke tempat acara. Dan yang sangat disesalkan saat ke acara ritual maccera tappareng tak satupun dari pemerintah.
"Itu belum bantuan Pemprov dan sejumlah pengusaha dan yang tidak kalah pentingnya, mana bisa Pariwisata mengetahui proses Maccera Tappareng dan bisa mempromosikan Budaya kita jika mereka tidak ada yang hadir,"katanya.
Sementara Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru dalam sambutannya mengatakan, ritual Maccera Tappareng merupakan bagian dari Festival Danau Tempe.
"Adanya Festival Danau Tempe berawal adanya ritual adat Maccera Tappareng ini," akunya.(wt-ep).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
