![]() |
| Rombongan maccera tappareng menyusuri danau gelar ritual |
WAJOTERKINI.COM --- Banyak kalangan yang bertanya-tanya bagaimanakah proses ritual Maccera Tappareng itu? Meski diakui awal kepimpinan HA Burhanuddin Unru menjabat Bupati di Kabupaten Wajo banyak mendapat penolakan dari tokoh agama.
"Saya dapat sorotan agar ritual dihentikan, tapi pertimbangan budaya kita, jadi saya masih pertahankan ritual ini, dan dengan adanya Festival Danau Tempe, juga karena adanya manccera tappareng," ucap Abur sapaan akrab Bupati Wajo.
Konon proses ritual Maccera Tappareng dimulai di malam hari warga pesisir mulai membunyikan alat tradisional genderang (Maggendrang), hingga tiba dini hari warga melanjutkan ritual ke danau, tetua adat melepas beberapa sesajen pada titik-titik yang dianggap sakral, selain itu tetua adat juga melepaskan sesaji ke tengah danau.
Sesaji yang dimaksud terdiri dari Sokko Patanrupa (penganan dari ketan empat warna), Kelapa Muda, Telur ayam (Rebus dan Mentah), Ikan, Pisang, dan Ayam yang masih hidup, puncaknya tetua adat melepaskan kepala kerbau.
"Ritual itu biasanya dipimpin tetua kampung Aco, dan Macua Tappareng Jamaluddin, bersama warga dipesisir danau tempe, mulai malam hingga pagi jam 7," ungkap Edi yang ikut menyaksikan ritual itu.(wt-ep).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
