![]() |
| Kondisi tanggul jebol di Kelurahan Malakke. Kamis 11/6 |
Warga di Tokadde Kelurahan Malakke secara bergotong royong membantu korban mengumpulkan sisa-sisa terjangan air saat tanggul jebol Kamis 4 Juni 2015 yang lalu. Mereka mengumpulkan tiang rumah, papan, balok kayu yang dimungkinkan masih bisa digunakan kembali.
Sementara rumah yang tersisah berada tepat didepan tanggul jebol terpaksa dipindahkan pemiliknya. Melihat curah hujan yang terus-menerus mengguyur Kabupaten Wajo, memungkinkan debit air bertambah dan dapat memicu air sungai meluap kembali. Kondisi seperti ini terus membuat warga Tokadde siaga setiap saat.
"Pemilik rumah memilih membongkar rumahnya, takut banjir datang lagi dan tidak ada bisa diselamatkan, apalagi tidak ada lagi penahan air dari sungai, mau selamat ya harus pindah ke tempat lebih aman." tutur warga tokadde, Ahmad.
Demikian juga dengan warga yang rumahnya hanyut, lebih memilih mendirikan rumah ditempat yang dianggapnya lebih aman meskipun hanya menumpang dilahan warga sekitar. Peristiwa tujuh hari yang lalu telah membuat mereka takut dan trauma menempati tempat mereka semula.
Ironisnya hingga dihari ketujuh pasca banjir para korban belum juga mendapatkan bantuan dari Pemda. Informasi yang berhasil dihimpun lima rumah warga yang kondisinya hancur berserakan. Untuk mendirikan kembali rumah, mereka sangat membutuhkan bantuan dana.
"Sekarang kami menyelamatkan yang bisa diselamatkan. Kami tetap berharap ada bantuan dari pemerintah. Rumah saya itu kondisinya baru. 3 bulan lalu didirikan, sekarang semuanya rusak. Saya bersama keluarga menumpang di rumah keluarga dulu." tutur Massennureng. Kamis 11 Juni 2015
Warga Tokadde menaruh harapan besar adanya perhatian dari pemerintah. Lanjut Ahmad, baik itu berupa sembako, bantuan dana perbaikan rumah warga yang rusak terbawa arus sampai pada perbaikan tanggul jebol sepanjang 90 meter itu.
"Selama tak ada perbaikan tanggul maka air akan terus mengalir keluar menuju persawahan dan perkebunan warga. Selama itu juga tidak akan ada aktifitas bertani dan berkebun. Apalagi kondisi sawah dan kebun warga dipenuhi lumpur dan pasir,"katanya.(wt-rf)
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia


