Namun, dari 66.354 petani, 13,92 persen atau 9.236 orang diantaranya adalah perempuan. Sementara pria sebanyak 57.118 orang.
Disektor lain, semisal rumah tangga yang bergerak pada tanaman pangan sebanyak 43.376 rumah tangga, holtikultural 13.018 rumah tangga, perkebunan 28.179 rumah tangga, peternakan 18.130 rumah tangga, budidaya perikanan 3.765 rumah tangga, penangkapan ikan 4.158 rumah tangga, dan kehutanan 5.508 rumah tangga.
Untuk petani yang menguasai lahan kurang dari setengah hektare (petani gurem) semakin menurun dibanding tahun 2003. Tahun 2003, jumlah Petani gurem 14.228 rumah tangga, namun tahun 2013 menurun 9.114 rumah tangga atau 35,94 persen.
Kepala BPS Kabupaten Wajo Naharuddin Supu mengatakan, dari Sensus Pertanian bulan Mei 2013 lalu, jumlah rumah tangga tani berdasarkan sub sektor sebanyak 58.313. Bila dibandingkan tahun 2003, jumlahnya turun sebanyak 63.703 atau 8,46 persen.
“Pada umumnya perempuan yang bekerja disektor pertanian itu mereka yang tidak ada suaminya sehingga dia harus berjuan menjadi tulang punggung dirumah tangganya,” kata Naharuddin.(wt-muis).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia


