SMS yang terkirim dari nomor +6285235899506 berisi “Selamat siang. Saya Drs. Jamade, M.Si (Kepala Sekolah) SMAN 1 MANIANGPAJO) Anda diundang untuk menghadiri seminar “peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan Guru dari Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD tgl. 25-26 january 2014 di Hotel Arya duta Jakarta Untuk Hj. A. Fatmawati, (No. Peserta Anda, 9992277) (Biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD, Rp. 7 jt/peserta) Untuk Menerima Dana Transportasi & Akomodasi, Sekarang Anda bisa Langsung Menghubungi Ketua Panitia Penyelenggara Bapak Hamid Muhammad, M.Sc., Ph.D. (Ditjen Pendidikan Menengah) di No. Hp Beliau 081296356382. Undangannya baru kami terima dari KEMDIKBUD bisa diambil Hari Jumat Pukul 10.00 di Ruangan saya. Kebetulan masih diluar kota”
Setelah mendapat SMS tersebut, Andi Fatmawati menghubungi salah seorang Guru SMA Negeri 1 Maniangpajo, Yasser Arafat, S.Pd. “Saya mau pastikan informasi ini, apakah benar atau modus penipuan” ungkapnya.
Sementara itu, Yasser dalam penjelasannya mengungkapkan bahwa dari bahasa yang digunakan SMS tersebut, sudah ada tanda-tanda penipuan. “Yang bersangkutan mengaku Kepala SMAN 1 Maniangpajo, sementara yang ditujukan SMS adalah Kepala SMAN 1 Maniangpajo, meski nama yang dicatut pernah menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Maniangpajo. Ini sudah bisa dipastikan penipuan” ungkapnya.
Untuk memastikan hal tersebut, Yasser kemudian menghubungi nomor HP yang digunakan oleh pelaku. Namun, sayangnya tidak diterima. Tidak berhenti disitu, Yasser pun kemudian menghubungi nomor HP orang yang mengaku Hamid Muhammad. Kedok penipuan semakin jelas karena Hamid Muhammad ternyata orang bugis, terbukti dengan sering menggunakan dialek bugis dan bahasa bugis “iyye”. Meskipun, Hamid kemudian tersadar dan mencoba mengalihkan pembicaraan dengan dialek Jawa.
Yasser pun dengan lihai menggiring Hamid untuk menemukan celah si penipu. Sayangnya disaat Yasser menanyakan letak Hotel Arya Duta Jakarta, Hamid hanya menjawab “Maaf, nanti disampaikan letaknya” kemudian memutuskan pembicaraan. Saat dihubungi ulang, Nomor HP tersebut tidak aktif lagi.
Penulis: Rezky
Editor: Reonaldhy
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia

