Berawal dari penemuan sosok mayat pria bersimbah darah di Manyili bernama, Ruse (40) warga Desa Ugi, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, sontak buat geger warga sekitar, besar dugaan meninggal saat Polres Wajo melakukan penggrebekan disuatu tempat sabung ayam, yang tak jauh dari lokasi mayat ditemukan.
Ditemukannya mayat tersebut sekaligus menjadi pengungkapan dan keluhan dari masyarakat yang resah adanya aktifitas Sabung Ayam yang selama ini menjadi ajang perjudian. Kepala Desa Malluse Salo, Akis Tarebbang, menyesalkan pembiaran tersebut, dia hanya bisa berharap kepada Kepolisan Resort Wajo tidak berpangku tangan melihat aktifitas itu, apalagi sudah ada korban jiwa.
"Atas pristiwa penemuan mayat, itu akibat adanya judi sabung ayam di wilayah kerjanya maupun wilayah tetangganya, selaku dirinya Kepala Desa tak dapat berbuat banyak selagi minta tolong kepada aparat Kepolisian khususnya Polres Wajo terus melakukan razia, paling ramai mereka itu kalau malam minggu,"kata Akis Tarebbang Kades Malluse Salo.
Dugaan besar permainan judi tersebut dibeking oleh oknum aparat setempat (Polsek, Kodim, dan Kades), aksi ini sudah berjalan hampir setahun, meski tercium pihak Kepolisian, kendati demikian aksi tersebut tak dapat dibubarkan karena diduga aparat ikut bermain.
Penulis: Alfian
Editor: Zaskya
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia

