![]() |
| Ikram saat dievakuasi di Pelabuhan Tobaku Kolaka Minggu 20/12/2015.ist |
WAJOTERKINI.COM, Kolaka -- Karamnya KM Marina Baru 2B di perairan Teluk Bone Sabtu 19/12/2015 menyisahkan banyak kenangan yang sangat memilukan lolos dari maut. Kisah korban selamat dari terjangan ombak, kelaparan, gigitan ikan-ikan laut yang paling sulit adalah melawan rasa takut.
Ulfa 31 tahun, seorang PNS yang bekerja sebagai staf di Dinas Tata Ruang dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kolaka. Tak punya pilihan selain melompat dari kapal namun ia sempat membawa dua keponakannya namun satunya terlepas dan entah kemana saat ini.
Selama 19 jam terapung dan terombang ambing terseret gelombang dilautan lepas, Ulfa yang pasrah sembari berupaya untuk bertahan hidup meski hanya berdua dengan keponakannya Ikram yang berusia 8 tahun.
"Jika takdir hidupku sampai disini saja, aku meminta pada-Mu ya Allah, biarkan mereka menemukanku sementara aku masih berpakaian lengkap dengan hijabku," doa Ulfa saat berada di lautan lepas.
Membayangkan saja selama 12 jam dimalam gelap gulita hanya melihat air dan bintang sesekali, selama 7 jam bersahabat dengan air yang tak berujung dibawah terik matahari dalam keadaan kelaparan, ketakutan, kesakitan, kedinginan, ya Allah begitu besar sekenario-Mu semoga ini akan menambah keimanan Ulfa dan Ikram beserta korban selamat yang lainnya.
Kisah Ulfa yang bejuang hidup dihamparan air yang tak berujung menahan rasa lapar dan haus, gigitan ikan-ikan kecil tak lagi terhitung namun iya percaya kuasa Allah. Hanya hujan yang terkadang membuatnya riang gembira karena bisa meminum air tawar untuk melepas dahaga mereka.
Yang tak kalah menyedihkan Ulfa disaat Ikram mengeluh lapar dan haus dalam dekapannya. "Telan saja air liurnya nak, berniatlah, semoga itu bisa membuatmu kenyang dan tidak haus lagi,"tanyanya pada Ikram.
Tapi tante, kata Ikram. "jika kita selamat saya akan makan banyak karena sudah 4 waktu makan kita lewati,"ucapnya lirih.
Beruntungnya bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar kelas empat itu sangat penurut dengan instruksi sang tante, apapun yang disampaikan Ulfa kepadanya ia selalu menurutinya, seperti perintah menutup hidung dikala ombak tinggi menerjang mereka yang seakan menghalaunya ke tepian."Ikram sangatlah koperatif selama kami dalam keadaan itu,"kata Ulfa.
Wanita tegar itu masih sangatlah cerdik dalam kepanikannya, acap kali Ikram terlepas dari ikatan tangannya dan terseret arus gelombang, Ulfa lalu melingkarkan kaki keponakannya itu di pinggang lalu mengikatnya hingga keduanya tidak terpisah.
Saat penulis bertanya, Kuat sekali ki (kamu sangat kuat)."Mauka'apa (saya bisa apa),"jawab Ulfa.
Tepat pukul 10.00 wita (pagi), mereka melihat sebuah kapal dari kejauhan yang semakin mendekat. Seakan lelahnya hilang karena kapal itu memang berlayar mencari korban KM Marina Baru 2B.
Bukan hanya wajah Ulfa yang berubah gembira, wajah si anak kecil Ikram pun tak kalah riangnya, ia berseru Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar.. Kami disini.. Kami disini, sembari melambaikan tangannya.
"Saya masih salat dilaut, kalau saya rasa sudah agak lama, saya salat lagi (masuknya waktu salat berdasarkan perkiraannya saja),"cerita Ikram.(wt-fl)
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia


