
WAJOTERKINI.COM --- Dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan selain memicu kebakaran dan kekeringan lahan persahan yang berujung penutupan Bendung gerak Tempe untuk menormalisasi air agar Danau tidak ikut kekeringan.
Akibat melambatnya arus air dari penutupan Bendung Gerak Tempe mengakibatkan ribuan warga di Solo dan Lagosi menjerit kekurangan air. Bahkan kekeringan juga dialami warga di Tiga Desa, Kabupaten Bone.
Berdasarkan informasi yang di himpun media ini, Jumat (25/9) masyarakat di Desa Naga Uleng, Desa Si Balie dan Desa Cenranae Kabupaten Bone mengutarakan bahwa kurangnya air disebapkan musim kemarau dan kondisi diperparah dengan ditutup nya bendung gerak tempe yang ada Sengkang.
"Hampir sebagian masyarakat di Bone juga mengeluh karna air danau yang selama ini mengalir tidak ada lagi, kita disini kekurangan air tawar dan sekarang ini air asin, kami berharap Pemerintah Bone dan Wajo bekerjasama mengatasi masalah air yang setiap hari jadi kebutuhan pokok kami disini," ungkap Marettang.(wt-gobang)
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia