
WAJOTERKINI.COM --- Warga kerap diminta bergotong-royong untuk menggali saluran drainase Lapangan di Desa Wele, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, secara bergiliran dalam bentuk kelompok.
"Katanya untuk kepentingan bersama tetapi dalam pembangunannya galian tetap dianggarkan dalam ADD," ungkap salah seorang warga, Bakri, Jumat (25/9).
Dalam keterangan Bakri, masyarakat sebenarnya secara sukarela menggali drainase tersebut karena memang untuk kepentingan bersama akan tetapi kegiatan tersebut sudah di danai dalam anggaran dana desa.
"Kita diminta kerjakan secara gotong royong dan selesai dikerjakan tetapi anggarannya tetap ada dan tidak tahu dipakai di sektor mana," kata Bakri.
Terpisah, warga Desa Wele juga mengeluhkan tingginya biaya pengurusan Kartu Keluarga (KK) yang diterapkan Kepala Desa, dengan dalih pengurusan tersebut difasilitasi aparat desa membawa berkas mereka ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Sengkang.
"Kami sangat kesusahan untuk membuat KK karena meski secara administrasi kita sudah penuhi tapi beban biaya mengurusnya yang terlalu besar yakni Rp 250 ribu," ungkap Ambo Amin.
Namun kendati memberatkan, mereka terpaksa membayarnya karena kebutuhan kelengkapan persyaratan anaknya untuk sekolah sudah mendesak.(wt-cn)
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia