![]() |
| Suasana banjir di Kelurahan Laelo Kecamatan Tempe Rabu 10/6/2015 |
WAJOTERKINI.COM --- Banjir di Kabupaten Wajo semakin meluas. Hingga Rabu, 11 Juni, sudah ada sepuluh kecamatan yang terendam akibat luapan Sungai Walennae Danau Tempe, dan curah hujan yang tinggi, serta tanggul jebol, yang diperparah banjir kiriman dari Kabupaten Sidrap dan Soppeng.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo, ketinggian air menyebar di delapan kecamatan, berfariasi, mulai 40 cm hingga satu meter lebih. Total sawah dan ladang warga yang teredam yakni 25.107 hektare sementara rumah warga yang tergenang mencapai 15.025 yang tersebar di 48 Desa/Kelurahan.
"Melihat curah hujan yang tinggi, kami sudah menetapkan status tanggap darurat di Wajo, kami juga sudah mengevakuasi 53 orang korban di Kecamatan Belawa untuk diungsikan. Saat ini sudah menyiapkan posko pengungsian di beberapa titik di Wajo, kalau logistik itu bagiannya Dinas Sosial,"klaim Kepala BPBD, Alamsyah.
Salah seorang warga Kecamatan Tempe, Sube, mengatakan, banjir diprediksi akan terus naik, bahkan bisa sampai pada bulan ramadhan. "Melihat curah hujan yang tinggi kami prediksi banjir akan lama, debit air saja terus bertambah," katanya.
Dia juga mengatakan, luapan danau tempe biasanya akan berlangsung lama dan hingga berbulan-bulan. Untuk itu pihaknya berharap pemerintah bisa cepat tanggap menghadapi persoalan tersebut."Kan sudah ada pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, untuk itu kami berharap pemerintah cepat tanggap dalam persoalan ini," katanya.
Warga lainnya, Messa mengatakan, bukan saatnya pemerintah hanya melakukan rapat koordinasi saja, yang korban butuhkan logistik, utamanya air bersih. "Kenapa lamban seperti ini menyalurkan logistik bagi korban, semestinya siap karena ada tahapan Siaga satu yang dilaluinya,"kesalnya.(wt-chal).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia


