WAJOTERKINI.COM --- Dua bocah yang tenggelam di Sungai Sappa, Desa Sappa Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo, sore tadi sekira pukul 17.30 wita, satu diantaranya ditemukan tim Paccurue telah meninggal dunia.
![]() |
| Suasana rumah duka |
"Jafar anak yang tenggelam di Sungai Sappa, sudah ditemukan tapi dia sudah meninggal," beber Alamsyah Kepala BPBD Wajo.
Korban tenggelam Muh. Jafar Bin Farawangsa, merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara. Buah hati dari pernikahan Farawangsa dengan Sunarti tersebut, ditemukan tewas oleh tim Paccuru`e.
Almahrum Fajar merupakan salah satu siswa kelas 4 di Madrasah Ibtidaiyah Sappa, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. (Tabe bacaki juga ini: Dua Bocah Tenggelam di Sungai Sappa)
Kakek korban mengatakan, Akram pertama kali datang melapor, jika cucunya Jafar bersama Yusuf hilang disungai."Jafar itu anak ke 2 dari 3 bersaudara, dia masih kelas 4 di Madrasah Ibtidaiyah Sappa, besok baru kita kebumikan,"kata Lanting, Kamis 5 Januari 2015
Sementara Ibu Jafar, Sunarti, tak mampu lagi berkata-kata selain suara tangis yang histeris, di dekat jenasah anaknya yang sudah membujur kaku, ia tak kuasa menahan rasa sedihnya yang terus berkecamuk.
Ditambahkan, H Lasellang paman korban, merasa heran saat mendengar informasi Fajar tenggelam. Pasalnya kata dia, Fajar itu lihai dalam berenang. "Dia itu jago berenang, keponakanku hanya seperti sedang tidur, tak banyak mengeluarkan air, perutnya juga tidak kembung,"ungkapnya.
Tak jauh dari rumah duka, tepatnya di Sungai Sappa, tim Paccuru ditemani TimSAR Bone yang baru tiba, terus melakukan penyisiran di sungai guna mencari korban lainnya, yakni Muh Yusuf. (wt-chal).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia


