
WAJOTERKINI.COM --- Sungguh semakin memprihatinkan, himpitan ekonomi masa kini membuat orang semakin nekat memanfaatkan situasi, tak tangung-tangung oknum ini mencatut nama Kapolres Wajo untuk melancarkan aksinya.
Dengan bermodalkan kenekatan oknum yang belum diketahui identitas ini meminta bantuan kepada para kepala Desa dan Lurah dengan mengatasnamakan Kapolres Wajo AKBP Muh Guntur.
Beredarnya kabar telepon atas nama Kapolres Wajo AKBP Muh Guntur meminta bantuan kepada Kepala desa, diklarifikasi Perwira dengan dua bungan melati dipundak tersebut.
AKBP Muh Guntur mengaku tidak pernah meminta bantuan kepada Kepala desa dan bilamana ada oknum mengaku hal demikian berarti itu modus penipuan baru di Wajo.
"Insya Allah kalau saya mau meminta bantuan dengan cara itu tidak mungkin terjadi, silahkan catat nomor handphone saya, selain nomor itu berarti bukan saya," pungkasnya.
Kejadian di Kecamatan Takkalalla si penelpon yang meminta bantuan dengan mengatasnamakan Kapolres Wajo untuk bantuan Mobil Dinas yang baru saja dibagikan, menurut si penelpon uang tersebut untuk Mabes Polri. "Beruntung pak Desamengkorfirmasi ke Kapolsek jaditidak sempat menjadi korban penipuan," terang Muh Guntur. (wt-ban)
Kejadian di Kecamatan Takkalalla si penelpon yang meminta bantuan dengan mengatasnamakan Kapolres Wajo untuk bantuan Mobil Dinas yang baru saja dibagikan, menurut si penelpon uang tersebut untuk Mabes Polri. "Beruntung pak Desamengkorfirmasi ke Kapolsek jaditidak sempat menjadi korban penipuan," terang Muh Guntur. (wt-ban)
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia