
WAJOTERKINI.COM --- Tangis histeris tak terbendung lagi saat keluarga menjemput jenazah korban pembenuhan Abidin (55 tahun) di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng Sengkang, Selasa pagi 15 September 2015 sekira pukul 06.30 wita.
Bacaki: Pria ini jadi korban pembunuhan
Meski dikenal sebagai pemabuk namun menurut keluarga setelah menderita sakit, Abidin sudah sadar menenggak minuman keras lagi. "Memang dia pemabuk tapi sudah sadar setelah sakit dan dilarang dokter lagi minum,"kata salah seorang keluarga korban, Mina.
Bacaki: Pria ini jadi korban pembunuhan
Meski dikenal sebagai pemabuk namun menurut keluarga setelah menderita sakit, Abidin sudah sadar menenggak minuman keras lagi. "Memang dia pemabuk tapi sudah sadar setelah sakit dan dilarang dokter lagi minum,"kata salah seorang keluarga korban, Mina.
Mina kepada awak media ini mengaku terakhir bertemu dengan korban beberapa hari yang lalu. "Dia kerumah dan masih sempat traktir Bakso ke semua orang hari itu," katanya.
Saat pertemuan terakhirnya itu, Abidin sempat berkata jika waktu meninggalnya sudah dekat dan sebelum tiba masa itu, semua mau ditraktir bakso. Jenazah Abidin kemudian dibawah pulang dan menolak otopsi.
" memang selalu pikirkan kematian akhir akhir akhir ini. Mau ku traktir memangki sebelum matika," ungkap Mina peragakan perkatala Abidin itu, sembari menangis histeris memanggil manggil nama Abidin.
Sementara tim medis yang ditemui di RSUD Lamaddukelleng Sengkang, ditubuh Abidin ditemukan luka bekas benda tajam pada Dada bagian kiri, pada Perut bagian kiri dan pada lengannya bagian kiri. (wt-chal).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia