| Suasana rumah duka (alm.fajar) setelah ditemukan paccurue |
Dua bocah tersebut yakni Muh. Yusuf alias bojes Bin Baharuddin, bocah usia 11 tahun, tercatat siswa kelas empat di Sekolah Dasar Negeri 220 Sappa Kecamatan Belawa.
Sementara Muh. Jafar alias fajar Bin Farawangsa, bocah usia 11 tahun dia tercatat siswa kelas empat di Madrasah Ibtidaiyah Sappa Belawa. Kedua bocah 11 tahun tersebut ditemukan sudah tak bernyawa Tim SAR lokal (Paccuru`e) dan Tim SAR Bone.
Jazad Jafar ditemukan terlebih dahulu sekira dua jam usai kejadian. Jazad Jafar ditemukan tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), sekira 100 meter dari TKP.
"Pencarian Muh. yusuf oleh tim paccurue dan tim Sar Bone sempat terhenti, ke esokan harinya baru kita lanjutkan mencari korban,"ungkap H.Syamsuddin Ketua Tim Paccuru`e.
Sementara Jazad Muh Yusuf baru diketemukan oleh warga Jumat, 6 Februari sekira pukul 14.30 Wita. Jazad Yusuf di temukan kurang lebih tiga kilometer dari TKP, tepatnya di Dusun Lonra, Desa Sappa,Belawa.
"Semua sudah ditemukan, terakhir jazad Jafar, yang ditemukan warga bukan tim pencari,"singkat H Syamsuddin yang juga Kepala Sekolah SDN 220 Sappa.
H Syamsuddin menambahkan, tiga orang bocah, Muh. Yusuf dan Muh. Jafar serta Akram, awalnya bermain di pinggir Sungai Sappa. Ketiganya memilih bermain di pinggir sungai, karena menunggu antrean bermain Playstation.
"Setelah cukup lama bermain di pinggir Sungai, Arkam ditugaskan oleh kedua rekannya ke tempat permainan Playstation apakah sudah ada tempat yang kosong. Namun sekembalinya ke sungai, Akram, hanya menemukan baju dan sandal kedua korban dibantaran sungai,"bebernya.
Sementara H Lasallang, paman korban mengisahkan, sehari sebelum kejadian ada dua teman fajar dan yusuf bermain di sungai, lalu mengajak bermain game besoknya. Keesokan hari kedua temannya yang masih kelas 2 Sekolah Dasar tersebut tidak menemukan Fajar dan Yunus ditempat Game.
"Karena fajar dan yunus tidak ada ditempat game keduanya lalu memutuskan mencari ke sungai, tetapi disana dia hanya menemukan baju dan sendalnya,"kisahnya.
Ditambahkan H Lasallang, mereka pertamanya tidak mau melaporkan kehilangan Fajar dan Yunus karena takut di tuduh mendorong kedua korban ke sungai. (wt-chal).
Dapatkan Berita Terupdate dari JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia
Hak Jawab dan Hak Koreksi melalui email: jbnredaksi@gmail.com
- Pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan ini dapat mengajukan sanggahan/hak jawab.
- Masyarakat pembaca dapat mengajukan koreksi terhadap pemberitaan yang keliru.
Follow Instagram @jbnindonesia dan Fanspage JBN Indonesia

